Showing posts with label Komunitas. Show all posts
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

8 Jul 2016


Bagi kamu-kamu yang bingung cari kawan atau pasangan buat nonton bioskop di Jogja, tak perlu bersedih hati. Di Jogja, ada komunitas bernama NontonYK. Komunitas ini digawangi oleh para anak-anak pecinta film bioskop di Yogyakarta.
NontonYK cukup ramai dan terkenal di Jogja. Komunitas ini sangat aktif dalam akun twitternya di @NontonYK.

Mereka ngetwit soal rilis film terbaru, film yang lagi ngehits, review nya dan tentu saja jadwal bioskop di kota Gudeg ini.
Pokoknya mereka sangat proaktif dalam membagi informasi seputar perbioskopan di Jogja. Mereka juga kerap mengadakan acara nonton bareng sesama anggota komunitas untuk film-film yang dianggap recommended.
Komunitas NontonYK sudah beberapa kali diundang di stasiun radio lokal Jogja untuk ngobrol soal nonton bareng di Jogja. Slogan komunitas penikmat film ini legit nan nylekit. “Solusi Bagi Yang Nonton Piyambakan”.
Piyambakan itu artinya sendirian, atau tanpa kawan ataupun gandengan. Nah, bila kamu kebingungan untuk cari sobat buat nonton bareng di bioskop, atau cari keberuntungan siapa tahu bisa dapet gebetan dari nonton, silahkan cek di linimassa @NontonYK.

Posted on Friday, July 08, 2016 by Unknown

No comments


Akademi Berbagi Jogja bukanlah tempat kamu menyalurkan sumbangan barang bekas pakai untuk korban pengungsi. Bukan, ia merupakan komunitas yang mengadakan kelas rutin membahas berbagai hal oleh akademisi, sampai praktisi suatu keilmuan tertentu.

Sifat kegiatan Akademi Berbagi seluruhnya gratis, sehingga siapa saja bebas bergabung. Kegiatan Akademi Berbagi Jogja adalah berbagi ilmu dan pengalaman. Bentuk acaranya santai, berupa kelas-kelas dengan durasi pertemuan yang pendek-pendek.

Tempat kegiatan Akademi Berbagi Jogja berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruangan yang dapat dipakai. Pegiat komunitas ini adalah para pemuda-pemudi yang mempunyai semangat belajar tinggi. Komunitas Akber percaya bahwa tradisi berbagi ilmu adalah baik, dan harus dijaga.
Akber pertama kali dirintis di Jakarta pada Juli 2010. Akber kemudian berkembang dengan berjejaring ke berbagai kota. Selain Akber Jogja, masih ada Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Balikpapan, Makassar, Ambon, Ende, Madura, dan masih banyak lagi. Topik pengajarannya pun bermacam-macam, contohnya Media Sosial, Periklanan, Jurnalistik, Public Speaking, Hubungan Masyarakat, Keuangan, Manajemen, Kewirausahaan, Industri Kreatif, Musik, Fotografi, dan sekali lagi, masih banyak lagi.  Oh iya, para pegiat Akber adalah orang-orang yang paham banget bagaimana memanfaatkan sosial media. Mereka sering berkomunikasi melalui twitter.
Akun resmi Akademi Berbagi Jogja adalah @Akberjogja. Untuk melihat-lihat dulu, kamu dapat mengecek review materi kelas-kelas akber di akberjogja.tumblr.com. Bilamana mau kenalan dengan pegiatnya, silakan colek melalui twitter @atristya, @bangejaak, @rubikomugglo, @ree_za, @cintroll, @SeniSanaSini, @enimeniee, dan @ondemandee.

Posted on Friday, July 08, 2016 by Unknown

No comments

16 Jun 2016


Drone jenis multirotor rupanya menyita perhatian Kristianus Nugroho (29). Bersama rekannya Kuncara Aji Kusuma, untuk menginisiasi suatu komunitas yang berkecimpung di bidang multirotor ini, dan dinamai Komunitas Multirotor Jogja.

Komunitas Multirotor Jogja ini telah ada sejak setahun yang lalu, dan baru dimusyawarahkan pada 15 November 2015 kemarin. Tujuan dari dibentuk komunitas ini adalah untuk mewadahi para penggiat dan pecinta multirotor yang ada di Yogyakarta, dan kemudian belajar bersama tentang regulasi-regulasinya.

"Untuk itu kami ingin mewadahi seluruh pecinta multirotor, mengakomodasi, dan menyamakan kualitas, karena kegiatan ini tidak hanya sebagai senang-senang saja, tetapi juga bisa dijadikan pekerjaan, atau sebagai profesi, Komunitas Multirorotor Jogja ini mempunyai jadwal kumpul setiap Selasa minggu ke-2 setiap bulannya dan mempunyai basecamp di AFIS (Art Film School) Jalan Kaliurang Km.6, Yogyakarta. Menariknya lagi, komunitas multirotor ini terbuka bagi siapapun yang tertarik dan serius mendalami dunia multirotor.

Komunitas ini pun membagi anggotanya menjadi dua bagian, yakni anggota aktif dan anggota partisipan. "Anggota aktif itu yang memang punya unitnya dan serius, sementara partisipan itu yang memang tertarik atau pemerhati tapi belum mempunyai unit atau armadanya," lengkap lelaki yang juga bekerja di Evenesia, perusahaan yang bergerak di bidang creative event ini.

Untuk anggota aktifnya sendiri bila mempunyai unit atau armada, setidaknya unit yang memang semi pro ke atas. Mengapa demikian? Karena kegiatan multirotor ini tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga profesi, diharapkan agar para anggotanya setidaknya mengerti tentang basic dunia multirotor. Mengerti tentang frame, baling-baling, Electronic Speed Cotroller (ESC), motor, flat controller, baterai dan charger, hingga paham tentang radio transmitter receiver.

Usut punya usut, rupanya Komunitas Multirotor Jogja ini juga dinaungi oleh FASI atau Federasi Aero Sport Indonesia yang bermarkas di Pangkalan TNI AU, lho. Kegiatan multirotor yang tak hanya bermanfaat untuk fotografi tetapi juga pemetaan lahan, penyebaran pupuk cair di bidang agronomi, film making, hingga bisa digunakan untuk mengetahui kelembapan udara ini ternyata memang sangat didukung oleh FASI.

Posted on Thursday, June 16, 2016 by Unknown

No comments


Save Street Child Jogja atau yang dikenal dengan SSC Jogja adalah sebuah komunitas yang peduli terhadap isu/permasalahan anak jalanan di Kota Yogyakarta. Berawal dari gerakan twitter yang dipelopori oleh SSC Jakarta, SSC Jogja menjadi sebuah gerakan nyata pada tanggal 7 Agustus 2011.

Kami adalah sebuah gerakan komunitas berjejaring yang bergerak untuk peduli pada anak-anak jalanan di seputaran kota Yogyakarta agar menjadi lebih baik. Rumah ini didedikasikan bagi kita semua agar dapat lebih mengenal, mengerti dan peduli terhadap kondisi sosial anak-anak marjinal yang mencari penghidupan di jalanan. Oleh sebab itu, pintu rumah kami selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin aktif berpartisipasi di dalam komunitas ini. Kalau bukan sekarang, mau kapan lagi?
Semangat Berbagi !!!
 Twitter          : @SSChildJogja
ž  Fb FanPage  : Save street Child Jogja
ž  Instagram     : @SSChildJogja
ž  Blog                : Savestreetchildjogja.blogspoot.com
ž  E-mail            : savestreetchildjogja@gmail.com

Posted on Thursday, June 16, 2016 by Unknown

No comments

19 Aug 2015




Hello guys , ni lo komunitas reyog yang ada dijogja, banyak mahasiswa yang berperan penting sebagai pemain gub reyog disini ,tak hanya mahasiswa yang dari ponorogo tapi banyak mahasiswa yang ikut serta melestarikan budaya Indonesia dari wilayah solo, Klaten, Yogyakarta dll.  Reyog manggolo mudho adalah grup reyog dari yogyakarta yang anggotanya sebagian besar adalah Mahasiswa Ponorogo yang sedang belajar di Yogyakarta serta di bantu dan di bimbing oleh PAWARGO atau Paguyuban Warga Ponorogo, yaitu warga asli ponorogo yang berdomisili di yogyakarta, grup ini telah berdiri cukup lama dan sudah sering pentas di berbagai acara mulai dari event kecil maupun event besar. Mungkin banyak masyarakat yanng ingin mengkuti kegiatan komunitas reyog ini atau juga mau jadi salah satu penari di reyog ini bisa langsung Hub.i contact dibawah ya

Alamat dari kesekretariatan Manggolo Mudho adalah di Jl. Janti gg. Akakom 143a, Yogyakarta.

Contact Person :
FB         : Reyog Manggolo Mudho
Twitter  : @ManggoloMudho
e-mail   : manggolomudho@gmail.com
Website:www.manggolomudho.com
Hamid  : 085701034007
Najih    : 081914814001

Posted on Wednesday, August 19, 2015 by Unknown

No comments

26 May 2015

 
Ada satu komunitas dibawah komunitas Indonesia Mengajar yang mengajak semua kalangan dari berbagai bidang pekerjaan untuk ikut mengajar, namanya adalah komunitas Kelas Inspirasi. Komunitas Kelas Inspirasi merupakan gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka.
Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita. Kelas Inspirasi ini menjadi solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan dunia sekolah. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi. Ke depannya, Kelas Inspirasi ini diharapkan mampu mendorong kalangan profesional untuk berperan aktif dalam pendidikan melalui kegiatan serupa.
Diharapkan ke depan, terjalin relasi yang dapat terus menerus mereka pelihara baik untuk kepentingan jangka pendek membangun pendidikan di sekolah tersebut ataupun sekadar berjejaring dan berkomunikasi terus. Hal ini sebagai wujud jendela komunikasi antarprofesional sebagai kelas menengah dan dunia pendidikan di SD sebagai salah satu area yang perlu diadvokasi dan dikembangkan terus-menerus.

ini media sosialnya agan sista :
Situs Kelas Inspirasi
Fans page Kelas Inspirasi
Grup Facebook Kelas Inspirasi Jogja
Twitter Kelas Inspirasi Jogja

Posted on Tuesday, May 26, 2015 by Unknown

No comments

studentsxceos
Indonesia hingga kini masih dianggap negara berkembang. Kamu tahu kenapa? Karena gairah perekonomian yang lesu dan pendidikan yang kurang merata. Hal itulah yang menyebabkan banyak masyarakat yang pengangguran karena tidak inisiatif berwirausaha dan tingkat intelektualitas serta moral yang rendah.
Untuk menuju hal yang lebih baik, diperlukan pencetus dan penyemangat. Anak muda adalah hal yang penting dalam urusan ini. Sebuah komunitas StudentxCEOs adalah sebuah program untuk memenuhi kelompok yang dipilih siswa dengan para pemimpin bisnis berasal dari bisnis varian. Seperti CEO, Business Owner, dan Wirausahawan Sosial Juara di Indonesia yang datang untuk berdiskusi secara langsung, berkonsultasi, dan menceritakan beberapa cerita tentang kehidupan mereka sendiri.
Dari situ, diharapkan mampu memberi pengetahuan dan pembelajaran ekonomi bagi masyarakat. Tujuan dari StudentsxCEOs (SXC) adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa sebagai peran “agent of change” dengan membuat beberapa perubahan atau dampak bagi masyarakat dan warga melalui kewirausahaan (pendekatan) dan yang berfokus pada gerakan pembangunan ekonomi. Program utama StudentsxCEOs bertemu, berbagi, dan berdiskusi antara mahasiswa dan pemimpin yang berasal dari latar belakang varian.
StudentsxCEOs juga ditemukan untuk menerapkan manfaat dan pengetahuan dari program utama berpartisipasi dengan dunia nyata. StudentsxCEOs memiliki tiga kegiatan aplikatif yang tim StudentsxCEOs juga memanfaatkan semua sumber daya untuk memberikan dampak kepada masyarakat dan warga negara. Aplikasi dilakukan dengan:
  1. Pertemuan dihadiri oleh CEO tim StudentsxCEOs.
  2. Penyebaran informasi dan pengetahuan dari diskusi melalui media sosial karena kami percaya generasi saat ini hidup di era informasi sehingga kami memberi dampak melalui cara ini. Kami akan memberikan publikasi melalui video, gambar, atau berita.
  3. Menyebarkan semangat “Berbagi, Belajar, dan Dampak!” Oleh perwakilan StudentsxCEOs kota di Jogjakarta, Solo, dan Semarang.
tudentsxCEOs ditemukan menjadi enabler bagi siswa memiliki gairah dalam ekonomi global, kewirausahaan, manajemen organisasi, dan pengembangan pribadi sehingga mereka telah menetapkan keterampilan, pengetahuan, dan jaringan untuk menjalankan proyek inisiatif mereka sendiri, baik itu proyek sosial, startups, atau apa pun.
Tertarik bergabung?

Ini media sosialnya :
Situs StudentsxCEOs
Fans page Facebook StudentsxCEOs
Twitter StudentsxCEOs

Posted on Tuesday, May 26, 2015 by Unknown

No comments

12 May 2015



Sudah beberapa hari langit kota Gudeg diselimuti mendung, ini pertanda musim hujan telah datang. Tapi tidak menyurutkan beberapa pengurus KPMI Yogyakarta melakukan pertemuan rutin bulanan.
Agar pertemuan lebih greget, Jumat Ahmadi salah satu pengurus KPMI Yogya mengusulkan diadakannya arisan. Gayungpun bersambut. Komunitas ini di tuntut untuk bekerjasama dan memberikan saran ke salah satu anggta yang akan memluai disini kita akan mendapatkan usaha yang mempunyai tuntunan dari Agama, jadi kita akan mendapatkan hasil usaha tersebut dan pahala dunia akhirat,amin

Bagi yang domisli Yogyakarta bisa gabung dengan kami, informasi lebih lanjut hubungi

Jumat Ahmadi Suryawan, fb.com/jumat.suryawan , HP 085292233700

Agenda KPMI Jogja: Arisan Sambil Bincang Seputar Bisnis dan Ekonomi Islam

Posted on Tuesday, May 12, 2015 by Unknown

No comments

3 May 2015


• Apa itu Waterplant Community?
Waterplant Community adalah komunitas mahasiswa yang fokus dalam penyediaan air bersih. Kalo di daerah perkotaan kan di suplay PDAM, nah kita membantu masyarakat yang tidak terjangkau PDAM untuk mendapatkan air bersih. Kita tidak bermaksud menyaingi PDAM, akan tetapi membantu PDAM dalam menyediakan air bersih.
• Bagaimana awal terbentuknya?
Awal terbentuknya ketika tahun 2005, salah satu pendiri Waterplant Community yaitu mas Atmo melakukan panjat tebing di daerah Parangndok, atasnya Parangtritis, ketika ngobrol dengan seorang pemilik warung, ada ibu-ibu ngeluh tentang sulitnya air bersih disana. Lalu mas Atmo kerjasama dengan teman-temannya melakukan  survei, ketemu lah sumber air berupa sungai bawah tanah didalam gua  Plawan. Itu awal lahirnya Waterplant Community. Resmi didirikan sebagai komunitas pada tanggal 14 Februari 2008 dengan Roby Ardiarta sebagai koordinatornya.
 
• Tujuannya?
Tujuannya antara lain yaitu membantu masyarakat dalam mengakses air bersih serta membantu pemerintah mencapai MDGs di Indonesia.
• Siapa saja anggotanya?
Anggotanya mahasiswa dari berbagi jurusan, akan tetapi kebanyakan dari mahasiswa teknik sipil, soalnya dalam kegiatannya banyak terkait dengan keilmuan teknik sipill
• Bagaimana caranya bergabung?
Semisal ada yang tertarik dan punya kesungguhan untuk aktif di komunitas ini, gabung aja. Trus kita juga mengadakan open recuitmen, minimal mahasiswa semester 3. Selain itu juga lewat kegiatan KKN.
• Kegiatannya apa saja?
Kegiatan yang sudah kami laksanakan antara lain yaitu Program eksploitasi air Gua Plawan di desa Giricahyo, Gunungkidul. Program ini bertujuan menyediakan air baku bagi lebih dari 4000 warga Giricahyo. Ada juga Rescue Intake Sistem, yaitu penyediaan air minum IKK Selopamioro, Bantul, DIY. Lalu Program Pipanisasi di Dusun Srunggo Berkerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional, membentuk Perhimpunan Air Minum Masyarakat Yogyakarta (PAM-MASKARTA) D.I. Yogyakarta, serta beberapa kegiatan lainnya.
Bulan Desember tahun lalu Dinas Pekerjaan Umum Kab. Peswaran, Provinsi Lampung bersama warga kelompk air di daerahnya belajar tentang pengelolaan air di desa Banyusoco, Playen, Gunungkidul yang difasilitatori oleh Waterplant. Nama kegiatannya adalah Kerja Wisata.
Untuk saat ini Waterplant bekerjasama dengan PAM-MASKARTA dan Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Perusahaan Air Minum (PAM) DIY mengevaluasi dan membina 460 kelompok air di DIY. Kegiatan ini sudah mendapat restu dari Gubernur DIY.
• Kendala yang dialami?
Kita kekurangan teman-teman dari sosial. Karena kita pengennya nggak membangun secara fisik saja, tapi masyarakat bisa memanfaatkan dan merawatnya, oleh karena itu kita butuh teman-teman dari sosial.
• Media apa saja yang digunakan untuk mengenalkan komunitas ini?
Melalui kegiatan-kegiatan kami  seperti mengadakan World Water Day, kerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum, Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Perusahaan Air Minum (PAM) DIY, kelompok-kelompok air,  dan kerjasama dengan BORDA, LSM dari Jerman yang konsen masalah sanitasi. Juga melalui website (www.waterplantcommunity.org)
• Bagaimana tanggapan masyarakat tehadap kegiatan komunitas ini?
Masyarakat banyak yang meras terbantu.masyarakat juga antusias dengan adanya program air bersih.
• Apa sih kendala msayarakat dalam mendapatkan air bersih?
Kalo dirunut dari awal adalah tingkat pendidikan. Sulit untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya air bersih. Masih banyak yang melakukan aktifitas MCK di sungai. Akan lebih baik jika mereka sadar tentang pentingnya air bersih.
 
• Semangat apa yang pengen mbak tularkan dengan komunitas ini?
Kami ingin mahasiswa nggak cuma bisa demo, akan lebih baik kita bisa melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat
• Harapan kedepannya?
Harapan kedepannya bisa memenuhi target MDGs 80%.  Berkembang tidak cuma di UGM, tapi juga di kampus kampus lain.

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



• Awal Berdirinya?
Pada akhir tahun 2006, ada kelompok sirkus bernama Cyclown Circus mengadakan pertunjukan di Yogyakarta. Pemain kelompok sirkus ini merupakan gabungan dari berbagai negara, antara lain : Argentina, Italia, Brazil, Amerika, dan lainnya. Salah satu pemain sirkus dari Italia, Pierro, tertarik untuk membarter sepeda tinggi rakitannya dengan tatto karya seorang seniman tattoo dari studio Kelir Yogyakarta, Dhomas Yudhistira a.k.a Kampret.
Tidak Cuma itu, Pierro juga mengajarkan bagaimana membangun sepeda tersebut dengan ’mengawinkan’ dua kerangka sepeda yang tidak terpakai yang kemudian dirangkai dengan rongsokan besi. Karena banyaknya permintaan dari teman-teman, dan respon aktif dari para pecinta sepeda, akhirnya dibentuklah komunitas sepeda tinggi di Yogyakarta.
• Apa yang jadi keunikan dari komunitas ini?
Sepeda dengan ukuran tinggi bahkan sangat tinggi. Ukuran tingginya antara 1,5 meter hingga 3 meter. Bahannya pun juga sangat ramah lingkungan, yaitu menggunakan rongsokan besi tua bekas sepeda yang sudah menumpuk di tukang rongsok.
• Bagaimana cara merakit sepeda tinggi?
Awal pembuatan sepeda adalah membuat sket rancangannya. lalu baru mencari rongsokan sepeda di pasar loak yang banyak terdapat di daerah Berbah, Sleman. Setelah menemukan barang yang dibutuhkan seperti rangka sepeda, rantai, gear, stir dan lain-lain, maka mulai dirakit dengan las. Para penggemar bisa memilih sendiri ukuran tinggi dan bentuk sepeda yang diinginkan seperti sket awal.
• Apakah tidak berbahaya?
Agar keamanan bersepeda terjaga, dikedua sisi stang selalu terpasang rem. Dalam pembuatannya, ada yang menggunakan dua rangka sepeda BMX, atau dua rangka sepeda gunung. Ada juga yang ditambah dengan besi baja. Beberapa bagian pun dimodifikasi agar aman saat digunakan untuk berkeliling kota.
• Bagaimana cara menaikinya?
Semisal ketika mendapati lampu merah menyala, turun kemudian menuntun sepeda. Dan ketika akan naik kembali, caranya dengan berlari mendorong sepeda tersebut kemudian perlahan naik untuk mencapai keseimbangan. Kalau ada, bisa juga dengan berpegangan pada tiang, jadi tidak harus turun.
• Kesulitan yang dialami?
Karena bentuk sepeda yang tinggi, cara mengendarainya pun harus dengan teori yang benar. Bagi yang belum terbiasa akan kesulitan untuk menaikinya. Namun jika sudah tahu teorinya, sangat mudah untuk mengendarainya.
• Kegiatan yang pernah dilakukan?
Salah satunya pernah melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Surakarta dengan peserta sebanyak 16 orang. Menelusuri jalan raya yang padat kendaraan sejauh 65 kilometer selama tujuh jam.
Pernah juga tampil diacara Kick Andy yang ditayangkan di Metro TV, acara Wira-Wiri yang ditayangkan Trans7, dan acara Angkringan Gayam di Geronimo FM.
• Waktu kumpulnya?
Seringnya sih kumpul di Nol Kilometer atau Tugu Jogja tiap sabtu malam. Kegiatannya pun beragam. Kumpul bareng, gowes bareng, dan beraktifitas bareng-bareng.
• Dimana bisa menghubungi komunitas ini?
Bisa langsung ke bengkel Atom, Jl Titibumi, Godean Sleman Yogyakarta, via twitter (@sepedatinggiYK) atau grup facebook ( Kumpulan Sepeda Tinggi : Yogyakarta INDONESIA / sepedatinggiyk@groups.facebook.com )
• Semangat apa yang komunitas ini tularkan?
Mengajak orang orang di sekitar untuk mengeksplorasi sikap peduli lingkungan dengan mendaur ulang khususnya pada sepeda serta mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan sampah rongsokan besi tua di kota.

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Tema minggu ini adalah Sport jadi untuk komunitas yang akan kita liput kali adalah Parkour. Buat kamu udah udah tau apa itu Parkour sebelumnya pasti udah sering denger kalo jenis olahraga ini tergolong “ektrem” . Tapi, bagi yang belum familiar dengan jenis olahraga ini kita akan bahas lebih detail mengenai Komunitas Parkour Di Jogja, yaitu yang dikenal JUMPalitan. Sebenernya se-“ektrem” apakah jenis olahraga modern ini?
Narasumber kita kali ini adalah Warid Tamam atau biasa dipanggil Tamam, Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Adi Sucipto (STTA). Jabatannya di Komunitas JUMPalitan adalah Anggota Inti.

• Apa sih Parkour itu?
Parkour berasal dari Bahasa Prancis yang artinya berpindah dari poin A ke poin B, seefisien mungkin dan safety. Parkour adalah jenis olahraga yang di adaptasi dari lari halangrintang militer, bedanya rintangannya berupa lingkungan sekitar, bisa di alam bebas, tembok, gedung-gedung, bangunan-bangunan tinggi kalau untuk di perkotaan, dan lain-lain.
• Bisa ceritain sedikit dong tentang sejarah Parkour itu sendiri sehingga menjadi olahraga seperti sekarang ini?
Sejarahnya dahulu Parkour merupakan latihan militer Prancis yang dipelopori oleh Raymond Belle mantan militer Prancis, kemudian diwariskan kepada anaknya Dacid Belle dan kemudian disempurnakan sehingga menjadi seperti sekrang dan dikenal dengan istilah Parkour.
• Untuk di Jogja sendiri Komunitasnya dinamakan JUMPalitan apa ada arti khusus dibalik nama tersebut?
Iya kalau di komunitas Parkour di Jogja namanya sendiri adalah JUMPalitan singkatan dari Jogjakarta Ubiquituos Multitude Parkour alitan. Yang artinya Ubiquituos adalah ada dimana-mana sedangkan Multitude artinya bermacam-macam, dan alitan serta Jogjakarta merupakan cerminan dari wilayah Parkour itu sendiri sekaligus mencirikan ke-Jogja-annya sehingga membedakan dengan komunitas dari daerah lain.
• Bagaimana awal terbentuknya?
Komunitas JUMPalitan Parkour Yogya dibentuk Desember 2007. Bermula dari sekelompok orang yang tertarik dengan Parkour melalui video di Youtube maupun dari media sosial lainnya kemudian saling bertukar pikiran lalu melakukan latihan bersama dan akhirnyamenjadi sebuah komunitas di Jogja yang memiliki induk Parkour Indonesia.
• Kalau boleh tolong share dong tujuannya dibentuk komunitas ini dan apa bedanya dengan komuniatas olahrara popular lainnya?
Tujuannya awalnya adalah menjadi wadah belajar bagi para penyuka Parkour di Jogja khususnya sehingga bisa saling share, kenal, kemudian saling melengkapi. Parkour sebenarnya tergolong olahraga berat sama halnya sepakbola tetapi bukan berarti ekstrem karena semua ada tekniknya yang membuat olahraga ini safety. Seperti yang kita tahu setiap olahraga memiliki resiko masing-masing, seperti sepakbola juga memiliki resiko cidera tersendiri. Kalau olahraga Parkour sendiri sifatnya 80% lebih ke fisik dan metal dan 20%-nya merupakan teknik.
• Mengenai teknik, Bagaimana teknik-teknik Parkour agar safety terutama bagi pemula?
Sebelum melakukan olahraga Parkour ini disarankan untuk belajar mengenai teknik-teknik dasarnya terlebih dajulu untuk mengurangidan menghindari cidera. Ada berbagai gerakan dasar yang wajib dilakukan bagi pemula pada khususnya:
1. Balancing (keseimbangan), fungsinya dalah untuk kesimbangan tubuh, gerak tangan dan kaki.
2. Running, dibagi menjadi tiga yaitu:
- Jogging atau berlari-lari kecil
- Running, berlari dengan kecepatan normal
- Sprinting atau berlari cepat. Sprinting juga dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu Basic Sprinting dan Advance rolling atau berlari sambil bergulung-gulung.
3. Rolling, digunakan untuk meminimalisir impact atau kecelakaan ketika landing atau mirip dengan lompat harimau.
4. Landing (mendarat), dalam hal ini mendarat dengan aman (safety). Landing juga dibagi menjadi dua bagian yaitu Basic Landing yang biasa plus Slam out Landing yaitu mendarat dengan tangan dan yang kedua adalah Landing plus Rolling yaitu mendarat dengan bergulung-gulung.
5. Jumping, dibagi menjadi dua bagian yaitu precision dan running precision.
6. Climbing atau memanjat.
7. Vaulting, yaitumelewati suatu rintangan dengan bantuan tangan.
• Apa saja kegiatan JUMPalitan?
Yang pasti kegiatan rutin latihan, setiap hari Selasa dan Kamis mulai jam 4 sore sampai selesai di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, dan setiap hari Minggu jam 8 pagi -12 siang di FTI UII. Selain ada kegiatan National jamming atau Jamming nasional (Jamnas) yang diakdakn setiap tahun yang diikuti komunitas Parkour di seluruh Indonesia. JUMPalitan juga mendukung kegiatan petisi global yang baru-baru ini diselenggarakan seperti Earth Hour Jogja tanggal 31 Maret 2012.

• Siapa saja anggotanya?
Untuk komunitas ini jumlah anggota total keseluruhan mencapai lebih dari 50 orang di Jogja hanya saja yang terhitung aktif berjumlah sekitar 20-30an orang dari berbagai kalangan baik mahasiswa, siswa SMA bahkan SMP. Dan juga kami juga punya anggota cewek sekitar 2-3 orang yang aktif dari total 10an orang.
• Bagaimana cara bergabung di Komunitas JUMPalitan?
Komunitas ini pada dasarnya terbuka bagi siapa saja yang berminat dan free. Untuk keterangan lebih lanjut sebelum masuk latihan disarankan untuk membaca mengenai informasi-infomasi mengenai Parkour di Fan Page Facebook Parkour Indonesia atau dimanapun, di Twitter @ParkourYogya, atau di Website www.parkourindonesia.web.id , setelah tahu secara garis besarnya baru datang ke tempat latihan “supaya gak tanya-tanya lagi pas latihan”, begitu kata Mas Tamam. “Bukannya kita tidak mau menjawab tetapi di FanPage Facebook maupun Twitter sudah banyak info Frequently Ask Question (FAQ) yang memadai, gitu”, Tambahnya. Perlu dicatat Parkour tidak memerlukan peralatan yang khusus hanya saja supaya lebih nyaman disarankan memakai celana training, kaos yang nyerap keringat, sepatu running kalo punya dan jangan lupa bawa bekal minum dan snack sendiri-sendiri. Satu lagi, kalo mau cari Markas kita ya ditempat latihan.
• Banyak pendapat nih yang bilang kalo Parkour itu olahrag ekstrem. Menanggapi stigma negatif itu sendiri gimana?
Belajarnya harus step by step, sebenernya gak mebuthkan bakat atau ketrampilan khusus yang hebat tapi juga sebaiknya jangan nyoba sendiri dimanapun dan kapanpun tanpa teknik tertentu. Karena di Parkour ada beberapa teknik yang bisa meminimalisir cidera bahkan menghilangkan rintangan itu sendiri, misalnya kita mau melompat sejauh 2 meter, maka harus melakukan lompatan setengahnya (1m). dan itu biasanya dilakukan seratus kali bahkan seribu kali. Yang dianggap baik sesempurna dan sehalus mungkin kayak landing sebaiknya tanpa impact dan suara. Intinya harus aman dan kalo masih terasa sakit berate itu belum sbenar gerakannya.
• Semangat apa yang pengen temen-temen JUMPalitan tularkan?
Yang pertama adalah disiplin karena itu mencakup semuanya dan merupakan kunci sukses bagi semua orang. Kemudian kerja keras karena semua keberhasilan bisa dicapai melalui kerja keras dan metal yang pemberani untuk menghadapi serta menaklukan rintangan itu sendiri. Ibarat rintangan adalah masalah dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kita harus menaklukan dan menyelesaikan masalah tersebut untuk dapat mencapai level yang lebih tinggi. Yang pasti selain membuat tubuh sehat, parkour juga memiliki manfaat bagi penggemblengan mental kita.
• Terakhir, harapan kedepannya?
Parkour bisa menjadi olahraga kampung, seperti sepakbola, bulutangkis, voli, dan lain-lain. Kami ingin memasyarakatkan Parkour dan memparkourkan masyarakat. Jangan bilang kalo parkour itu ekstrem sebelum mencobanya sendiri!
Nah, udah tau kan kalo Parkour itu tidak se-ekstrem yang kita bayangkan. Disamping teknik khusus perlu nyali atau mental yang besar juga untuk melakukan olahraga ini. Tapi bukan berarti mustahil untuk kita menaklukan rintangan di depan mata. Jadi, buat kamu yang tertarik untuk mencoba Parkour bisa langsung searching informasi terus datang deh on the spot di jam-jam latihannya JUMPalitan.

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Mengenal orang-orang baru dan memiliki passion di bidang yang sama sungguh hal yang menyenangkan. Kali ini,rubrik komunitas berkenalan dengan komunitas Bancakan. Sebuah komunitas yang memilki fokus pada teknologi informasi dan internet.
• Bagaimana sih awal berdirinya Bancakan?
Sekitar 2 tahun lalu, tepatnya bulan Februari ada tamu dari dailysocial.net, salah satu blog komunitas start up dan IT Indonesia datang ke Jogja. Kumpul bareng beberapa orang, dari hasil kumpul itu kita sepakat bikin acara, kemudian kita memberanikan diri membuat event perdana pada tanggal 4 Februari 2010. Kami mengundang teman-teman dari Jogjacamp.com, salah satu perusahaan IT terbesar di Jogja, teman-teman dari industri kreatif untuk sharing pengalaman mereka bagaimana Jogjacamp awalnya dibentuk.
Kemudian di event keduanya kita ngundang orang dari kaskus.us. selanjutnya kita kedatnagn tamu-tamu dari Jakarta, dari koprol, merah putih, dan lainnya. Kita sih tujuannya pengen teman-teman start up, teman-teman freelance bisa dapet info yang update mengenai gimana sih start up itu.
• Kenapa diberi nama Bancakan?
Pertama kalinya kita pengen namanya nyari dengan kata kunci ‘berbagi, kumpul, sharing’, setelah nyari-nyari ketemulah dengan kata Bancakan.
• Untuk bergabung atau menjadi member, apakah ada syarat khusus?
Sebenarnya nggak ada syarat khusus, tinggal dateng aja ke acara, tiap ada acara kita yang dateng mengisi data diri, nanti kita kirimi e-mail. Dari member-member ini ada yang emang terlibat aktif sekali di Bancakan dan terlibat dalam penyelenggaraan event-event informal yang ada dan jumlahnya sekarang 15 samapi 20 yang bener-bener terlibat aktif.
• Bagaimana mengajak mereka agar aktif di Bancakan?
Kita bikin event-event yang orang nggak dapatkan selain di Bancakan, dan kita juga ngangkat start up Jogja yang sudah menghasilkan seperti mbakdiskon.com, bisa sharing bahwa dari Jogja kita bisa hidup dengan start up
• Ada event rutin yang sering dilakukan?
Event besar pada awalnya 1 bulan sekali, tapi karena terasa kalau terlalu mepet, sedangkan teman-teman sendiri ada yang mahasiswa, freelance, start up, jadi kalau ngurusing Bancakan terus kapan kerjanya kan? Akhirnya kita set 3 bulan sekali, jadi setahun 4 kali.
• Ada semacam motivasi-motivasi buat start up gak sih?
Disetiap event pasti ada 3 materi yang disampaikan, pertama technical, yang kedua tentang bagaimana start up itu bisa dijual, dan yang ketiga dari segi manajemen. Jadi kita gak mau melelu teknis, melulu bisnis. Itulah kenapa kita mengundang pembicara yang sudah berpengalaman biar mereka bisa sharing.
• Sejauh ini hambatan yang dialami?
Komunitas itu challenge-nya sama, yaitu sering bentrok dengan kesibukan lain. Jadi kita harus mempertahankan momentumnya, jadi untuk bikin event yang berkualitas tiap 3 bulan itu juga challenging. adahal Bancakan sendiri biasanya akan ada pertemuan antara teman-teman investor dan start up, kan kita memfasilitasi itu.
• Masyarakat familiar gak dengan kata ‘start up’? pernah mengadakan survei mungkin?
Kalau survei belum. Saya pikir masyarakat belum begitu familiar, cuman harusnya nggak lama lagi karena sekarang masyarakat sudah sangat terbiasa dengan twitter, facebook, dan segala macem. Saya yakin pertumbuhan start up dijogja akan kuat.
Tapi yang jelas kata-kata start up sendiri di Indonesia menurut saya sudah menjadi jargon dimana asosiasinya adalah kesepakatan dibidang IT. Padahal kalo di negara lain start up itu sebuah UKM (Usaha Kecil Menegah)
• Harapan kedepannya?
Pengen lebih dekat lagi dengan masyarakat, karena selama ini mungkin kita belum terlalu dekat. Pengen bermanfaat lagi buat para start up dan pengen start up yang sudah ada ini bisa segera tampil dan bener-bener bisa buat cari nafkah.
Tertarik bergabung? Silahkan hubungi Fachri (0817441165) atau lewat twitter (@bancakan)

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments


Kali ini tim Studyinjogja.com berkesempatan ketemu dengan komunitas yang menyajikan hiburan tawa yang segar dan cerdas, Stand Up Comedy Indonesia-Jogja. Pada awalnya komunitas ini terbentuk karena ada bola salju dari audisi stand up comedy Kompas TV, sekitar bulan April 2011. Open Mic pertama kali diadakan di Djendelo Koffie dengan tema besar acara Freedom Of Nggambleh pada akhir Juni 2011, setiap Kamis 2 atau 3 minggu sekali. Kemudian baru terbentuk SELOsoSELOpada tanggal 16 Agustus 2011 betempat di Geronimo Café setiap hari Selasa jam 8 malam. Ada juga event stand up comedy baru di Liquid Café and Resto dengan tem Gojek To The Max biasanya setiap Kamis, tetapi acartanya hanya sekitar 6-7 kali dan akan berakhir pada bulan Mei 2012.
Stand Up comedy memiliki daya tarik tama yang berbeda dengan komedi jenis lainnya yang sudah kita kenal sebelumnya. Pertama, jelas hanya satu orang yang menjadi comic. Kedua, Materinya gak materi umum tapi digali dari kreativitas diri sendiri dengan lebih menitik beratkan pad sudut pandang pribadi atau lingkungan sekitar. “Kebetulan dulu saya comic tapi sekarang sebagai penyelenggara open mic aja di Jogja. Sejujurnya, jadi comic itu susah. Apalagi saat kita perform persepsi tentang kelucuan tiap-tiap orang itu berbeda, menurut saya lucu tapi menurut mereka belum tentu lucu”, Kata Mas Widy. “Pernah juga sih ngelucu tapi kadang gak ada yang ketawa”, tambahnya. Tetapi disitulah tantangannya ketika audience bisa terhibur atau ketawa itulah yang menjadi apresiasi tertinggi bagi seorang comic. Kekuatan stand up comedy yang terpenting adalah materi juga suara harus jelas agar pesan bisa tersalurkan kepada audience, lalu diperlukan act out untuk memvisualisasikan materi yang dibawakan.
Kenapa stand up comedy juga dibilang sebagai komedi cerdas karena pesan yang disampaikan adalah pesan moral secara pribadi. “Kebanyakan para penonton perlu mikir dulu baru ketawa”, ujarnya.

Kini stand up comedy Jogja yang dipelopori oleh Anas Batas @anang_batas, Awangizm @awangizm, Om Imot @oomimot, Alit @alitalit_, Widy @widyansyah_, dan kawan-kawan telah menjadi alternatif hiburan yang populer dikalangan masyarakat Jogja terutama segmen kaum muda. Antusiasme penonton terbilang tinggi sehingga seringkali kuota di tempat open tidak mencukupi. Di acara Freedom Of Nggambleh sendiri pernah full hingga 150an orang, di SELOsoSELO juga rata-rata penontonnya mencapai 100an orang. Tidak hanya itu peminat menjadi comic juga banyak bahkan ada yang dari luar kota sengaja ke Jogja untukperform mencoba jadi comic. Itu terlihat terutamanya ketika ada lomba memperingati ulang tahun Geronimo Café dengan tema Berani Jadi Comic bulan April-Awal Mei 2012.
Kata Mas Widy, “Untuk mau nyoba jadi comic caranya gampang banget karena Stan Up Comedy Jogja ini mainnya Twitter tinggal Follow @standupindojgj aja terus hubungin CPnya atau mention langsung. Free! Atau bisa juga kalau kamu mahasiswa langsung daftar stand up comedy kampus-kampus di Jogja, seperti @standupUNY, @standupUGM, @standup_usd, @standupUAD, @StandupUII, @standUpMMTC, @standupUINjogja. Pada dasarnya bagi comic yang mau tampil itu tidak membayar biaya apaupun tetapi panitia juga tidak menyediakan fee bagi comic.
Nah, tips bagi pemula dari mas Widy adalah “Bagi yang ingin jadi comic intinya Cuma satu Berani Nyoba Open Mic. Persiapan materi atau cerita-cerita lucu kalau udah nyoba nanti pasti tahu gimana rasanya jadi comic dan biasanya mereka yang udah nyoba akan ketagihan.” Karena dengan mencoba itu berarti kita juga udah belajar jadi comic. Mas WIdy juga mengutarakan harapan kedepannya “Stand up comedy di Jogja ini semoga gak cuma booming pas musim aja. Emang ini genre komedi baru tetapi jangan jadi turunlah pamornya, tetep jadi jenis alternatif komedi baru karena sebenarnya masih banyak orang yang pengen belajar public speaking di depan orang, terutama lewat stand up comedy”.
Narasumber ( Nama Lengkap: Noordiansyah Widyanto; Twitter: @widyansyah_ )
Studyinjogja.Com : Elita Yunanda

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Berani berbisnis? Adalah pertanyaan sekaligus tantangan simple tapi kebanyakan orang justru perlu pikir panjang untuk menjawabnya. Kali ini tim SIJ mencoba membedah suatu komunitas wirausaha atau entrepreneur yang memiliki visi misi berbagi dalam kelimpahan. Sangat mulia bukan, mari kita simak bersama informasi selengkapnya.
Masih sama dengan figur entrepreneur muda Jogja pemilik Colorful Photography, Danto Adityo yang juga merupakan Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Jogja sekaligus narasumber liputan kali ini. Tangan Di Atas (TDA) adalah sebuah pergerakan pengusaha muda menengah bisa disebut seperti Usaha Kecil Menengah (UKM) yang gemar berbagi antar sesama anggotanya, seperti berbagi ilmu, informasi, cerita pengalaman bisnis. TDA bukanlah sebuah oragnisasi resmi dengan kepengurusan yang mengikat, tetapi lebih kepada sebuah wadah bagi pengusaha di Indonesia agar bisa kompak berbagi rejeki, saling share pasar, dan bareng-bareng maju. Fokusnya adalahnya agar Indonesia bisa menjadi negara lebih maju dari negara-negara di Asia. Prinsipnya adalah bahwa di dalam TDA para pengusaha menyadari gak ada bisnis yang saling menjatuhkan tetapi saling berbagi.
Lebih lanjut Mas Danto menjelaskan awal berdirinya TDA pusat di Jakarta sekitar 6 tahun yang lalu dari sekelompok orang yang suka ngeblog, salah satunya blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman (http://www.roniyuzirman.blogspot.com/). Isi blog tersebut menurut sebagian orang cenderung memprovokasi pembacanya untuk menjadi pengusaha atau TDA. Kemudian, dari para pembaca blog tersebut tercetus ide untuk membuat pertemuan dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses yang sering diceritakan di blog tersebut. Tanggal 12 Januari 2006 adalah tanggal diadakannya talkshow tersebut yang dihadiri oleh sekitar 40 orang bertempat di Restoran Sederhana Rawamangun, Jakarta Timur. Dari talkshow itulah diperkenalkan istilah Tangan Di Atas yang diperluas tafsirnya menjadi pengusaha atau pedagang, sedangkan Tangan Di Bawah adalah karyawan atau pegawai.
Kemudian mereka mulai membuat milis TDA. Di milis tersebut mereka kemudian bergabung dan saling sharing mengenai interest di dunia bisnis, setelah itu kumpul-kumpul atau Kopi Darat (Kopdar). Berawal dari Jakarta kini komunitas TDA telah menyebar hampir di 25 wilayah di seluruh Indonesia. “Untuk TDA Jogja sendiri terbentuk sekitar 3 tahun yang lalu, awalnya mulai dari kumpul-kumpul pengusaha di Jogja dan berangkat dari semangat positif TDA pusat (Jakarta) setelah itu langsung dibuat kepengurusan TDA di Jogja.”, begitu kata Ketua TDA termuda dari ketua TDA di wilayah lainnya ini.
TDA merupakan komunitas yang unik karena pada prinsipnya sekali lagi para anggota TDA memiliki semangat keberlimpahan, semangat yg jarang dimiliki oleh pengusaha lainnya. Sehingga dengan adanya orang-orang ini, harapannya semakin banyak menumbuhkan dan mendorong lahirnya wirausahawan yang tangguh. Nilai-nilai dasar TDA sendiri adalah berkelimpahan, seorang wirausahawan yang memiliki jiwa berkelimpahan akan selalu bersyukur dan akan berbagi dengan sesama. Berbagi dalam bentuk apa saja yang bermanfaat, tidak hanya materi tetapi juga ilmu, link, waktu, semangat, pengalaman bisnis, dan lain-lain.
Kegiatan di TDA sendiri beragam mulai acara wajib yang diikuti oleh anggotanya hingga acara yang diadakan secara rutin. “Sebulan sekali ada acara wajib semua anggota berkumpul, ada dua jenis yaitu Kopdar dengan mengundang satu pembicara seperti talkshow, dan E-talk sejenis diskusi terbuka secara bergilir oleh sesama anggota. Untuk acara rutinnya adalah Mastermind (MM) dan Kelompok Mentoring Bisnis (KMB).”, kata Mas Danto. Keduanya merupakan suatu diskusi bedanya KMB merupakan diskusi yang didampingi oleh mentor dengan beranggotakan 5-8 orang.”Idealnya semua diskusi itu KMB tetapi karena untuk di Jogja kurang mentor jadi ada juga Mastermind (MM).”
Nah, bagi yang ingin bergabung kata Mas Danto “Cukup follow Twitter kami di @tdajogja dan like Fan Page FB TDA Jogja, lalu cukup konsisten datang dan aktif di acara-acara TDA. Orang-orang yang aktif dan sering ikut acara sudah kami anggap anggota.” Kini anggota TDA Jogja ada sekitar 100an orang yang aktif mengikuti Kopdar dan E-Talk. “Kebanyakan anggota TDA sendiri adalah mahasiswa sehingga banyak start up”, Ungkap Mas Danto
Terakhir, sebagai wirausaha yang terbilang sukses di usia muda, Mas Danto memberikan sedikit tips bagi kawan SIJ yang mau memulai usaha, yaitu “Carilah passion anda, lalu segeralah take action! Jangan kebanyakan mikir atau berencana, karena ketika kita sudah memulai lalu kita dihadapkan pada suatu masalah, solusi-solusi pun akan kita dapatkan seiring proses yang sedang kita lalui. Jangan khawatir!”. Lebih lanjut Mas Danto mengungkapkan, “Wirausaha itu berasal dari kata Wira= Super dan Usaha. Jadi wirausaha adalah usaha yang dilakukan secara super dan doble seperti plesetan dari kepanjangan TDA sendiri yaitu Take Double Action”. Terakhir pesan dari Mas Danto kepada kawan SIJ, “Menjadi wirausaha itu yang terpenting adalah Jujur, bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, masyararakat, bangsa dan negara”.
Kesimpulannya kalau ingin memulai usaha jangan takut untuk mencoba, jangan terlalu resah berpikir akan kemungkinan-kemungkinan buruk yang belum pasti. Tetapi perlu dicatat bahwa kata jangan kebanyakan berpikir bukan berarti kita tidak memikirkan sama sekali tentang rencana bisnis (business plan). Suatu usaha yang berhasil juga didukung oleh rencana yang matang. So, selamat mencoba menjadi wirausahawan muda yang selalu berbagai terhadap sesama, seperti pepatah Tangan Di Atas lebih baik dari Tangan Di Bawah.
Narasumber: Danto Adityo Laksono
Jabatan: Ketua TDA Jogja periode Januari 2012 – Juli 2013
Twitter:@dantoadityo / @tdajogja
Website Pribadi/Blog: dantoadityo.com / tdajogja.org
Study In Jogja : Elita Yunanda

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments




Apa yang bisa kita lakukan dengan uang receh? Komunitas Yogyakarta Coin A Chance (YCAC) menjawabnya dengan menjadikan uang receh sebagai beasiswa bagi adik-adik yang punya semangat belajar namun orang tuanya memiliki keterbatasnan dalam hal ekonomi.
Berawal dari Adrian Dwi Antoro yang melihat kegiatan teman-teman Coin A Chance di Jakarta pada akhir tahun 2008, membuatnya tertarik untuk membuat gerakan serupa di Yogyakarta. Akhirnya pada awal tahun 2009, Anto dan teman-temannya mulai melakukan gerakan ini di Yogyakarta. Dari satu anak yang bisa dibantu, sampai sekarang ini sudah 18 anak yang dibantu biaya pendidikannya.
Untuk mengumpulkan uang receh, mereka mengadakan Coin Collecting Day, hari dimana para coiners berkumpul untuk bersama-sama menghitung uang receh yang berhasil mereka kumpulkan, sharing perkembangan adik asuh, dan terkadang mereka juga mengajak adik asuh datang ke Coin Collecting Day ini. Kegiatan ini biasanya sebulan sekali diadakan di Bundaran UGM pada setiap akhir bulannya.
Selain Coin Collecting Day, YCAC juga bekerjasama dengan beberapa tempat di Jogja, antara lain yaitu Kedai Kopi Yogyakarta, Radio Prambos Jogja, Zupparela Café, Cokelat Roso, Kedai Aplukat dan beberapa tempat lainnya. Disana ditempatkan celengan yang ditaruh didekat meja kasir sehingga orang yang membayar dan tidak mau membawa kembalian uang recehnya pulang, bisa memasukkan kedalam celengan tersebut.
Pada tiap semester YCAC mengadakan kegiatan Coin Dropping, dimana mereka menyalurkan langsung uang dari para coiners tersebut ke sekolah. Di pilih langsung ke sekolah karena agar jelas penggunaannya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adik asuh yang mendapatkan bantuan dari YCAC dipilih dari keluarga yang mengalami kesulitan secara ekonomi. “Tapi dibalik itu yang penting semangatnya. Kita tidak mencari yang pintar, kita mencari yang bersemangat karena bagi kami pintar/cerdas bisa tumbuh sendiri kalau anaknya punya semangat. Kita juga lihat dari support orang tua.” Tutur Fanbul, pegiat komunitas YCAC.

Ardi Irwansyah, salah satu pegiat komunitas YCAC yang lain, berharap semakin banyak adik asuh yang bisa dibantu, semakin banyak teman-teman yang bergabung, dan Coin A Chance semakin berkembang diberbagai kota. “Semoga spirit2 sederhana seperti ini dapat terus terjaga. Karena kadang mahasiswa banyak berteriak tapi sedikit untuk bertindak.” Fanbul menutup perbincangan.
Website : www.coinforall.com
Facebook : Yogyakarta Coin A Chance
Twitter :@CACjOGJA
Narasumber : Fanbul dan Ardi Irwansyah
Study In Jogja : Muhammad Tibyan

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Tim Study In Jogja (SIJ) kembali menghadirkan komunitas yang menarik nih, kali ini tim SIJ jalan-jalan ke kampus AMIKOM, dan bertemu dengan salah satu UKM di AMIKOM, yaitu KOMA (Komunitas Multimedia Amikom). Untuk lebih lengkap tentang KOMA, yuk simak liputan tim SIJ bersama Purna (wakil ketua KOMA), Moh Rizqon (Bagian event), dan Siti (Bagian Kehumasan)..
 
Dari kapan KOMA ini hadir?
Kalo dari surat keputusan kampus itu 27 Mei 2001 tapi setelah periode periode itu nah aktifnya baru 7 tahun ini.
Apa Tujuan Koma ?
Kalo visi misinya itu menjadi komunitas terbaik se-Yogyakarta tapi selama berkelanjutan, kita ingin kmeningkatkan visi misi ini ketingkat nasional juga. Kalo buat event ya mulai ranahnya ke nasional.
Sejauh ini, berarti khusus anak AMIKOM saja?
Ya khusus temen-temen di AMIKOM saja, sistem registrasinya saat expo mahasiswa baru. Sistem registrasinya kan saat eskul jadi banyak pilihan UKM. Nah kita registrasinya cuma bisa saat itu, ada biaya administrasi nanti akan diberi kartu anggota. Berlakunya 1 tahun kepengurusan.
Di KOMA ada kegiatannya apa aja?
Di sini ada 4 jurusan. Yaitu grafis, web design, broadcasting film sama animasi visual effect. Ini mereka bebas pilih mau fokusnya kemana. Mereka bebas memilih apa aja walaupun pilihan jurusan kuliahnya bukan itu. Nanti akan ada seminar dan workshop.
Event – event apa aja yang selama ini diadakan oleh KOMA?
Eventnya kalau untuk anggota baru kita ada temu besar atau first meeting, terus ada makrab (malam keakraban). Lalu ada seminar – seminar multimedia mencakup 4 jurusan tadi. Tiap hari sabtu kita juga ada Coaching Clinic. Itu semacam pelatihan-pelatihan, untuk acara puncaknya itu ya TEBAS (The Best Annual Multimedia Show). TEBAS itu acara tahunan dari kami dan sudah menasional. Mencakup beberapa lomba seperti fotografi, design poster dan film. TEBAS itu kan event nasional, kita juga punya event lokal seperti workshop dan seminar. Tapi kita pernah ngadain seminar waktu itu tentang desain grafis itu juga pesertanya banyak dari luar kota Jogja juga. Event-event KOMA bisa juga di cek di www.koma.or.id .
Sejauh ini anggota KOMA ada berapa si?
Kalo anggotanya banyak, rata – rata dari tiap angkatan 400 sampai 500 orang. Tapi kalau yang aktif hanya sekitar 200 orang secara keseluruhan.
Bagaimana kalian sebagai pengurus berusaha mensolidkan team kalian?
Ya kalo itu yang selama ini yang kita lakukan ya ngadain kegiatan. Ini semua anggota kita libatkan, tapi sebenernya kita kembalikan ke anggotanya lagi yang mau aktif atau tidak. Kalau dari sendirinya enggak ya mau gimana? Kalau dari kita si kita selalu terbuka karena tiap minggu kita selalu punya kegiatan.
Kenapa kalian tertarik masuk KOMA? Waktu masuk AMIKOM kalian langsung wah KOMA seru ni?
Karena KOMA itu satu-satunya komunitas multimedia yang lengkap, ya ada perfilman, ya ada web design. Terus waktu perkenalan KOMA, waktu itu dikenalin film, waktu itu langsung tertarik Waktu ospek itu kan ada pengenalan Ukm – Ukm. Nah menurut saya pribadi tu koma tu beda. Organisasi koma tu menampilkan detail, koma tu apa si? Dari video profil koma sendiri itu menayangkan ada ucapan ulang tahun dari artis – artis, nah kalo ikut koma itu bisa mempelajari semua, contoh kita masuk di divisi broadcast tapi kita juga bisa mempelajari yang lain.
Apa saja nih prestasi Koma?
KOMA pernah memboyong Boyong 5 dalam ketagori Trailer Terbaik, Soundtrack Terbaik dan Aktor Terbaik, Poster Terbaik dan Film Favorit, dan Trailer Terbaik pada Piala Fiagramotion #4 sebuah rangkaian acara kompetisi film pendek dan talkshow yang diselenggarakan oleh BSO Club Film Anak Grafika FT UGM.
Harapan dari KOMA ke depan gimana ni?
Go International ya. Lalu mengadakan temu komunitas multimedia se Yogyakarta. Seperti mengumpulkan komunitas multimedia di Yogyakarta, lalu kita adakan kegiatan, seperti malam keakraban.
Untuk teman-teman yang ingin selalu update info tentang event multimedia yang diadakan KOMA bisa cek di www.koma.or.id atau @media_KOMA

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Heiii Yandro, sapaan itu pasti sudah akrab di telinga teman-teman di linimasa twitter, khususnya pencinta android. Ya Yandro panggilan akrab dari Komunitas Android yang ada di Jogja. Namun, jika kita baru mendengar, seakan asing dan mungkin kita berpikir Yandro adalah nama orang.
Yogya Android Community (YAC) adalah kumpulan teman-teman yang menyukai android. Tidak harus punya handphone dengan OS Android, cukup suka dan mau belajar bisa berkumpul dengan YAC. YAC terbentuk awal Januari 2011, berawal dari keisengan ingin berkumpul sesama pengguna android dan mencari teman baru. Namun tak hanya itu, menurut Irfan dan Reza,  sering bertambahnya usia dari komunitas YAC, komunitas ini juga berfungsi untuk saling belajar dan membantu.
“Supaya bisa belajar bareng dan jika ada kerusakan bisa ada yang nanganin. Bisa saling membantu dalam upgrade juga, karena perkembangan Android sebagai sebuah software sangat cepat. Dengan berkumpul setiap 2 minggu sekali diharapkan pengguna android terutama di Jogja dan sekitarnya, nantinya juga bisa mengupgrade sekaligus memperbaiki jika ada kerusakan. Selain itu bisa juga berbagi cara meningkatkan performa gadget android yang berharga 1-2 juta bisa sebanding dengan 3-4 juta-an, Bagaimana ketika gadget kita dengan OS android yang standart, diinstal sekitar 25 aplikasi performanya tidak turun. Disinilah kita berbagi ilmu dan kebersamaan.” Begitu jelas Reza yang juga didukung oleh Irfan.
Sejauh ini kebanyakan anggota YAC memang mahasiswa walau tak sedikit juga yang sudah bekerja dan bahkan ada beberapa yang masih pelajar. Selain itu komunitas robot hijau ini rata-rata para laki-laki, menurut Irfan ini dikarenakan saat kopdar itu biasanya malam hari ya jadi kebanyakan anggota cowok, biasanya kalau yang cewek ikut, ya jam 9 malam, mereka  sudah pulang.
Perkembangan komunitas ini lumayan cepat, tercatat ribuan orang sudah menjadi anggota group facebook Yogyakarta Android Community. Hal ini tentunya berdampak pada jumlah anggota saat Kopdar yang semakin bertambah setiap berjumpa. Pada awal berkumpul waktu itu hanya  4 sampai 5 orang, sekarang bisa sampai puluhan orang.
YAC sendiri tidak mempersulit proses keanggotaan, tinggal add group YAC di facebook. Di sana anggota bisa bergabung dan mendapatkan informasi tentang YAC termasuk jadwal Kopdar.  Nantinya waktu kumpul, yang datang biasanya akan dilakukan absensi untuk pendataan.
Jika ada teman-teman di Jogja yang punya gadget android atau memiliki interest dengan software robot hijau ini, silahkan kunjungi www.android-jogja.com untuk info info menarik seputar android. Bisa juga langsung bergabung di group facebook YAC atau follow @yogyandroid. Komunitas YAC ini berkumpul setiap 2 minggu sekali, biasanya jika awal bulan hari Rabu dan akhir bulan hari Sabtu. Pilihan tempat mereka sering di cafe-cafe, biasanya di Semesta Kotabaru.
Tak cukup dengan gathering saja, YAC juga mempunyai kegiatan lain untuk berbagi informasi, khususnya android.  “Yang dilakukan tak hanya gathering saja, banyak hal bermanfaat, diantaranya seminar “smartphone feature” itu bulan Maret lalu yang bekerjasama dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Bisa mengumpulkan sekitar 250an peserta, waktu itu kami bersyukur, lalu kami juga mengisi acara sebagai narasumber di Sanata Dharna. Ya semoga YAC semakin dikenal dan banyak yang bergabung, bisa membuat seminar nasional juga tentunya” jelas Irfan dengan wajah sumringah.
Narasumber : Irfan (@irfun17) dan Reza (@ezzadeassasin)
Kontributor Study In Jogja : Aziz Ngashim dan Karina Erika

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Hijab, kini tidak lagi didominasi oleh ibu-ibu pengajian, saat ini Hijab bisa dibilang telah bertransformasi di setiap celah aktivitas Muslimah. Tidak sulit menemukan seorang wanita mengenakan jilbab atau Hijab. Mulai dari karyawan, atlet olahraga, mahasiswi atau pelajar hingga jurnalis dengan segala dinamikanya. Mereka tidak ragu lagi untuk menunjukkan eksistensinya sebagai seorang Muslimah.
Demikian juga di Kota kita tercinta, Yogyakarta, ada sebuah komunitas, yaitu Hijabers Community Yogyakarta (HCY). Komunitas ini  telah menyamakan visi dan misi bersama komunitas Annisa Bandung, dan Hijabers Community Jakarta. Komunitas yang sebelumnya bernama Hijabi YK, terbentuk ketika pertemuan beberapa  muslimah di twitter yang ingin ngumpul bareng sesama hijabers, hingga akhirnya komunitas ini diresmikan 13 Februari 2011 dan telah mempunyai susunan komite yang tetap yang mengemban amanah selama 5 tahun. Kini HCY telah beranggota sekitar 2000 members dengan hampir 5000 followers di akun twitter @HijabersCommYOG  dan sekitar 14.000  fans di fanspage akun facebook “Hijabers Community Yogyakarta.
Kina, salah satu pendiri HCY sekaligus Ketua HCY menuturkan HCY  dibentuk sebagai forum sharing sesama Hijabers untuk bersama memantapkan hati berhijab dan berbagi cerita tentang penolakan lamaran kerja dikarenakan hijab, kemudian Hijab dibilang kampungan dan lain-lain. Namun tak hanya sampai disitu, karena HCY mempunyai kegiatan yang sangat bervariasi, yaitu tutorial hijab, photography, seminar kanker payudara, seminar kanker serviks. fashion show untuk mengenalkan trend busana jilbab,  kunjungan ke panti asuhan yang rutin dilaksanakan hampir 2 atau 3 bulan sekali,  hingga kegiatan khusus anggota diantaranya adalah Sunday Fun yang diadakan setiap 2 minggu atau sebulan sekali. Seriring berjalannya waktu, tawaran kerjasama juga banyak menghampiri komunitas ini. Seperti waktu itu ada tawaran aksi damai bareng Sri Sultan dan partisipasinya di Jogja Fashion week.
“HCY bukan sekedar hanya komunitas fashion, karena di setiap acara, kita selalu menganjurkan dresscode dengan jilbab  menutup dada, memakai baju longgar, dan tidak boleh mengenakan celana jeans ketat. Diharapankan juga komunitas ini berlanjut terus dan bisa menginspirasi perempuan muslim di Jogja. Jangan takut bereksplorasi dengan jilbab. Karena jilbab tidak menutup kita untuk tetap modis., Pakailah senyaman mungkin. PD aja, dan TERJAAAAANG” begitu ungkap Kina dengan senyum khasnya saat di jumpai Tim SIJ di House of Dina.
Untuk para hijabers yang ingin bergabung, cukup mudah, ya penting sudah memantapkan diri menggunakan jilbab, sudah bisa masuk menjadi anggota HCY.  Namun, untuk menjadi member resmi, harus mendaftarkan diri di BRI Syariah atau datang langsung ke acara HCY. Biaya administrasi yang kenakan senilai Rp 100.000. dengan perincian Rp50.000 saldo, Rp 25.000 asuransi, Rp 25.000 ribu lagi biaya administrasi. Nantinya member HCY akan mendapatkan kartu BRI syariah dengan logo Hijabers Community dan bisa mendapatkan discount di tempat-tempat  tertentu, misalnya di butik House of Dina, Snap Café, Warung Penyetan dan lain-lain.
Kontributor Study In Jogja : Laili Wirduna dan Karina Erika

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments