3 May 2015

Komunitas

Siapa yang tidak kenal dengan capoeira? Sekitar tahun 1500-an capoeira merupakan sebuah olahraga bela diri yang dikembangkan oleh para kelas pekerja Afrika di Brasil. Sejak awal munculnya capoeira dianggap sebagai seni dan olahraga bela diri yang masih diragukan dalam pertarungan sesungguhnya. Namun, seiring berkembangnya zaman capoeira tidak lagi dipandang sebelah mata oleh olahraga bela diri lainnya.
Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Brasil ke Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat hingga Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Capoeira sudah banyak dikenal, salah satunya adalah Grupo Senzala Capoeira Jogja. Jogja merupakan Grupo pertama di Indonesia. Dalam capoeira nama ‘Grupo’ merupakan nama lain dari kelompok. “Grupo sendiri di Indonesia sudah ada sekitar Sembilan Grupo, walaupun berbeda-beda Grupo tapi kita tetap satu jua, yaitu capoeira”, ujar Dwi sapaan akrab dari Agus Dian Pridwiyana selaku divisi Show and Exhibition Grupo Senzala Capoeira Jogja.
Sebelum menjadi sebuah Grupo, Capoeira Senzala Jogja memiliki nama Capoeira Jogja Club dan Capoeira Brincadeira, pada tahun 2007 berganti menjadi Grupo Capoeira Senzala Jogja dan sudah berlisensi dan diakui. “kalau struktur organisasi ini tidak berbentuk ke atas tapi melingkar, memang kita memiliki ketua, sekretaris dan bendahara, dan itu berada ditengah dilingkari divisi-divisi lainnya, seperti programmers, class, merchandise badan usaha, show and exhibition, dan bateria and property, kita lebih bersifat kekeluargaan” imbuh Dwi.
Berdiri sejak tahun 1998 hingga saat ini, Grupo Capoeira Senzala Jogja memiliki anggota tidak tetapnya diperkirakan sudah ratusan orang dan memiliki anggota tetap 40 orang.
Berbeda dengan gerakan olahraga bela diri lainnya, capoeira memiliki kuda-kuda yang tidak diam, melainkan bergerak seperti air semacam tarian. “Gerakan dasar itu biasa disebut ginga, seperti kuda-kuda kami serupa menari dan gerakannya seperti air mengalir, dari situ berkembang ke gerakan-gerakan lainnya, pokoknya terus bergerak dan nggak diam”, ungkap Dwi sambil menunjuk seorang anggota yang sedang berlatih.
Setiap pergantian tingkat (Grading), Grupo Capoeira Senzala Jogja memliki event tahunan yang mendatangkan langsung Mestre dari Brasil. Mestre merupakan nama lain dari suhu atau master di lingkup Capoeira sendiri. Simbol dari capaian tingkat (Grading) itu adalah tali pinggang (Cordao), mulai dari Cordao berwarna putih, kuning, jingga, abu-abu, biru, hijau, ungu, coklat, hingga merah. Dwi juga menambahkan “dalam waktu dekat ini, kami juga akan membuka female-class, yang ditujukan khusus perempuan”. Berapa batas umur untuk mengikuti Grupo Capoeira Senzala Jogja ini? “nggak ada mas, pokoknya orang itu sudah bisa berdiri saja”.
Grupo Capoeira Senzala Jogja terbuka untuk kalangan umum. Bagi teman-teman yang ingin ikut dalam Grupo ini, caranya gampang tinggal sisipkan biaya pendaftaran sebesar Rp.25.000,- dan untuk biaya bulanan latihannya sebesar Rp.45.000,-. Untuk lebih jelas silakan hubungi Bagus (081931199937), atau bisa langsung telusuri website-nya di senzalajogja.com dan follow twitternya (@senzalajogja), serta facebook-nya di capoeira senzala jogja. Belum puas juga? Bisa langsung menyambangi kantornya di Taman Kuliner No.25, Condong Catur.
Kontributor Study In Jogja: Iman Ramadhan (@GenerasiAmnesia)

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Apakah temen – temen pernah memainkan pena dengan tangan saat santai di kelas? Atau tanpa sengaja kita memainkan pena yang kita pegang? Memainkan pena dengan memutarkan  di jari tangan sedang tren di Jepang, Korea, Hongkong, Amerika dan Perancis. Permainan ini disebut pen spinning. Yuk kita intip Komunitas Pen Spinning di Jogja. Siapa tahu yang awalnya iseng-iseng main, kemudian berlatih dan bisa ikut kompetisi?
Pen Spinning adalah sebuah seni manipulasi objek menggunakan tangan dan pensil atau pen atau spidol sebagai objeknya. Pen Spinning berarti kita memutar pensil dengan tangan kita. Pen Spinning dianggap sebagai self-entertainment atau seni untuk menghibur diri sendiri.
Ternyata di Jogja, ada salah satu komunitas yang bermain pen, dan ini ada trik agar permainan menarik hingga bisa ikut perlombaan.  Berawal dari iseng, akhirnya permainan pen ini dijadikan  seni, yang dikenal dengan nama pen spinning. Awal Jogja Pen Spinning Community, yaitu 25 Februari 2010, akan tetapi sebelumnya pada bulan Januari sudah ada yang mengawalinya,  namanya Yuda, hanya belum terbentuk komunitas. Komunitas pen spinning yang pertama ada di Jakarta pada tahun 2009 dan waktu itu hanya iseng – iseng Billy dan kawan-kawan masuk ke forum dan membicarakan untuk membuat komunitas. Hingga sampai saat ini sudah mempunyai member ratusan tetapi yang aktif ada sekitar 30 sampai 50 orang dan untuk partisipasi lebih banyak di forum.
Meski baru, Jogja Pen Spinning Community mulai diminati kaum muda Jogja. Mereka sering melakukan pertemuan rutin bulanan untuk mempelajari berbagai trik pen spinning. Sekali belajar Pen Spinning, dapat terkena efek kecanduan. Apalagi bila makin mendalaminya, bahkan jari kita tidak bisa diam tanpa memutar pensil.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam bermain pada awalnya menggunakan pen dengan bentuk dan panjang tertentu kemudian di putar di tangan dan untuk memutar pen, ada trik – triknya sendiri. Setiap trik tidak ada artinya karena disini lebih bersifat Self-Entertainment. Trik paling sederhana ada 4 yaitu ; Thumbaround (trik), Charge (trik), Sonic (trik), Fingerpass (combo). Dari ke empat trik tersebut bisa dijadikan trik combo. Bermain pen spinning butuh 1 minggu untuk beradaptasi tapi untuk dapat bermain butuh 2 sampai 3 bulan seorang Pen Spinner  sudah dapat menguasai beberapa trik dasar.
“Untuk event – event yang kami pernah pentas ada di Kopi ABC, Radio Geronimo, Jogja TV, Brownis Trans7, Kedaulatan Rakyat, Jawa Pos. sejauh ini untuk pemahaman mahasiswa dan pelajar di Jogja khususnya di kembalikan pada diri mereka masing – masing, karena pen spinning bersifat Self- Entertainment.” ujar Billy, salah satu anggota yang aktif bermain pen spinning.
Dalam bermain mempunyai durasi berbeda – beda yang tergantung trik – trik yang di pakai. Biasanya 20 sampai 60 detik lamanya. Trik – trik pen spinning ini ada ratusan akan tetapi kalau sudah menguasai trik follow maka sudah bisa melakukan trik combo. Saat menemukan kesulitan mengadakan gatering dan sharing – sharing kemudian melakukan modifikasi pen. Waktu untuk gatering masih belum tentu di lakukannya tapi di targetkan 1 bulan sekali.
Untuk menjadi anggota sangat mudah langsung gabung datang saja. Atau bisa lewat fans page maupun twitter @jpsc25. Siapa tau kalian juga mau membeli pen dari luar negeri? Bisa juga bergabung langsung dengan komunitas ini untuk membeli bersama-sama.
Kontributor Study In Jogja : Ispi Setiawati

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Costume Play  atau Cosplay atau dalam bahasa Indonesia diartikan “bermain kostum” adalah jenis seni pertunjukan dimana peserta dan kostum dan aksesoris untuk mewakili  spesifik   karakter atau ide.  Sumber cosplay antara lain manga dan anime , komik , video game dan film. Di Jogja ada salah satu Komunitas Cosplay, bernama Yakuza Cosplay Team. Mari kita simak liputan lengkapnya tentang komunitas ini.
Awal terbentuknya komunitas ini, saat SMA, Kira, Dai, Baka dan beberapa teman mengikuti kompetisi cosplay di SMA Stella Duce tahun Februari 2008.
“Waktu itu dadakan, kita buat konsep aja, kemeja putih, celana hitam, kita menambah aksesoris bebas. Kita ambil konsep seperti yakuza (preman-preman Jepang) yang membully 1 orang, lalu datang cewek, itu menjewer yang jadi preman-preman itu. Kalau diumpakan seperti sitkom nya suami-suami takut istri ( yang pada tahun 2008, lumayan populer). Karena pentas itu, kita mulai senang, akhirnya kita buat tim cosplay ini, dari 5 orang yang ikut kompetisi, 3 orang yang setuju membuat tim. Nama Yakuza ya terinspirasi dari pementasan kita itu.” jelas Kira, salah satu pencetus Yakuza Cosplay Team
Komunitas yang juga rutin ikut dalam event seperti Bunkasai, Kimochi, Fire, dan sebagainya ini terbentuk juga karena ketertarikan mereka pada seorang karakter. Gimana sih kalau kita menjadi karakter dalam film atau komik?  Dari situlah mereka kumpul-kumpul dan sharing.  Menurut Dai, untuk menjadi sosok karakter, pasti kita ada sharing dan info-info, tetapi biasanya itu lebih disaat latihan. Kalo yang baru-baru rata-rata itu kaku dan ragu-ragu, ya saat latihan, disitu kita arahin, nanti lama-lama bisa improve sendiri kok.
Makin lama tim dalam komunitas ini bertambah, ya namanya komunitas bongkar pasang pasti ada, kadang ada yang masuk ada yang keluar juga. Untuk menarik simpati teman-teman bergabung, Kira dan kawan biasanya  bekerjasama dengan teman-teman yang sudah bergabung, lalu mulai mengajak kenalan-kenalannya juga untuk bergabung. Selain itu, saat mereka mulai manggung di event, Event inilah yang dimanfaatkan.
“Disela-sela event itulah kita promosi. Entah bagi-bagi brosur, sticker atau pembatas buku, yang di itu ada contact personnya kita atau ada yang kadang sehabis kita perform, mereka nunggu di back stage dan langsung kenalan dengan kita, lalu gabung.”
Yakuza Cosplay Team kumpul biasanya seminggu sekali, setiap sabtu antara jam 4 atau 5, biasanya dirumah Yuki.  Kalau latihan ada di UKDW. Untuk bergabung dengan komunitas ini kalian tinggal add Facebook mereka yaitu Y-kuza J-Community.
“Kita sih paling antar komunitas cosplay ada perjanjian. Jadi kalo ada member tim A, tidak boleh membantu tim B, atau tim C. Itu komitmennya aja lah. Kalo untuk masuk di komunitas kami, ya kita yang sudah biasa memainkan karakter, kita lebih cenderung ngajari, jadi yang mau gabung ya gabung aja. Ga perlu harus bisa mendesain karakter, atau bisa akting, yang penting niat dan nekat. Kalo ga PD ya, lama-lama nanti bisa PD, dan yang malu, bisa lama-lama jadi malu-maluin.”
Diakui oleh Tim Yakuza ini jika  satu kostum berkisar 80 ribu sampai ratusan ribu, tergantung kerumitan desain kostum dan aksesorisnya. Saat kita mendesain sebuah kostum kan tidak perlu harus beli semua, tetapi bisa menggunakan barang-barang bekas atau yang sudah ga dipakai. Buat kalian yang suka dengan karakter tokoh, terutama jepang, bisa langsung ni bergabung dengan Yakuza Cosplay Team.
Study In Jogja : Karina Erika

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments

Komunitas



Kata  Magic pasti  sudah tidak asing lagi  bagi kita, mungkin jika mendengar kata ini yang terbayang adalah kekuatan supranatural, ilmu hitam, Harry Potter, The Master dan lain sebagainya. Tapi sebenarnya Magic tergolong kesenian karena dalam melakukan setiap atraksi membutuhkan keterampilan, ketangkasan, ketelitian, dan kecepatan tangan selain itu dibutuhkan pula kegigihan dari magician dalam berlatih, jadi gak gampang loh jadi seorang magician.
Komunitas Magic Jogja terbentuk tanggal 26 September 2010 atas inisiatif para senior KMJ yang sangat prihatin dengan kondisi pesulap-pesulap dijogja karena terkesan tidak akur, tidak teratur dan terpecah. Keinginan untuk memperbaiki kondisi tersebut terwujud, hingga sekarang pesulap-pesulap dapat akur, rukun dan saling bantu.
“Keahlian dalam sulap atau magic sangat tergantung dari kegigihan para pesulap dalam berlatih, latihan tercepat pesulap ada yang 2 minggu  tapi kalau yang membutuhkan teknik dan keahlian khusus bisa  membutuhkan waktu dua 2 bulan untuk bisa tampil perfect.” ungkap Pembina KMJ (Komunitas Magic Jogja), Igo Vorm Mulier .
Komunitas ini memiliki bidang atau bagian yang disesuaikan dengan minat, bakat dan ketertarikan pesulap. Bagian-bagiannya ada komedi, classic, ekstrim, contact juggling, theatrical, hypnotist, kids dan  lain-lain. Adanya  bagian Kids ini menunjukkan bahwa  sulap tidak hanya digemari oleh orang dewasa bahkan anak kecil juga tertarik dengan magic. Jadi komunitas ini tidak pandang usia, semua bisa bergabung yang penting ada kemauan untuk belajar. Total anggota KMJ ada 87 orang dan sebanyak 25 anggota sudah profesional serta  banyak mengikuti show atau pertunjukan.

Yap!!! Komunitas yang berbasecamp di Balai Budaya Samirono ini, terbuka untuk umum, untuk siapa saja yang suka sulap, penikmat seni sulap, pesulap, hobi, kolektor kartu, ataupun yang mau belajar dan penasaran dengan sulap juga bisa bergabung. Karena komunitas ini juga menyediakan kursus untuk yang mau belajar dan dapat disesuaikan dengan minatnya. Komunitas ini sangat aktif terbukti dalam seminggu  mereka dapat berkumpul 3-4 kali dan dalam sebulan mampu menampilkan 5 kali pertunjukan.
Komunitas yang memiliki Tagline “Magicdiningrat”, yang artinya seni pertunjukan sulap ini diharapkan terus aktif menampilkan atau membuat sesuatu yang baik di bumi. Seperti harapan komunitas ini yaitu selalu sukses, rukun, maju, tidak ada persaingan, saling dukung dan yang terpenting adalah persaudaraan dalam sulap terus terjaga.
Selain itu, Om Igo sapaan Igo Vorm Mulier juga berharap KMJ mampu mengumpulkan banyak anggota, dapat membina pesulap, bisa regenerasi, biar  umur komunitas panjang dan aktif terus, shownya bisa makin  mateng, baik anggota maupun pertunjukannya bisa memenuhi selera pasar tidak cuman di jogja tapi juga indonesia bahkan juga  dunia.
Jadi yang  mau gabung di komunitas ini bisa langsung hubungin Igo Vorm Mulier (081225173002) selaku pembina, atau langsung menghubungi Ketua Komunitas KMJ Dwi “P_Man” Firmansyah (085643954250) bisa juga mention twitter @magicjogja dan Group Facebook Komunitas Magic Jogja.
Kontributor Study In Jogja : Windia Sari

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments


Magic Fingers Syndicate (MFS) adalah komunitas orang-orang yang menciptakan keajaiban melalui jari-jari tangannya. Wow komunitas seperti apa sih MFS ini? Menurut salah satu personil yang bergabung di MFS yaitu Lois, komunitas ini lebih mengtutamakan ke handmade. Handmade itu seperti menjahit, masak, yang  jelas karya dengan tangan.
 Komunitas yang berawal dari kumpul- kumpul dan enggan untuk memberi nama komunitas, akhirnya ingin membuat event yaitu Craft Carnival, akhirnya tercetuslah nama Magic Fingers Syndicate pada tahun 2011. Tujuh orang mengawali Komunitas Magic Fingers Syndicate, mereka bersama-sama membuat karya handmade dari berbagai macam bahan yang bisa dibuat dengan tangan. Tidak hanya berkumpul dan membuat karya, mereka juga jualan bersama, berdiskusi dan memberi workshop.
“Disini kita bisa sharing-sharing ya, cara jualan handmade yang oke gimana, lalu cara menjahit yang rapi gimana, dari sinilah kita ketemu crafter-crafter yang ternyata banyak banget dan bervariasi.” ungkap Lois yang ditemui Carpediem Tatto Studio.
Acara rutin tahunan yang diadakan MFS adalah Craft Carnival, yang biasa diadakan di Bentara Budaya Yogyakarta. Craft Carnival ini akan menampilkan 3 acara utama, yaitu bazaar handmade (beberapa crafter di Yogyakarta dan sekitarnya untuk menjual hasil karya), pameran handmade dan workshop handmade.
“Tahun ini tahun ke dua diadakan Craft Carnival, lebih rame, lebih meriah, diikuti dari banyak wilayah ya, dibandingkan dengan Craft Carnival tahun lalu. Tahun ini ada dari Jakarta, Surabaya juga, dengan yang unik-unik kerajinan, dan itu diikuti sekitar 40 craftrer” jelas Lois yang sangat senang mendapat pengalaman baru di MFS ini.
Magic Fingers Syndicate berusaha merangkul dan mengajak crafter untuk bersama-sama membuat karya yang unik, berbagi ilmu, dan menhargai karya mereka. Menghargai karya akan terlihat ketika kita menjual produk kita kepada khalayak. Kita harus menghitung dengan baik berapa sebenarnya harga yang layak untuk produk kita. Memang kebanyakan perempuan yang bergabung, namun untuk para laki-laki bergabung di komunitas ini.
Buat kita yang ingin mengasah kreatifitas dan juga bisa memajukan perekonomian kreatif, bisa dan cocok bergabung ke MFS. Langsung ke twitter @MagicFingersSyn atau Fann Pages Facebook : Magic Fingers Syndicate. Untuk yang suka menulis dan membuat tutorial, bisa mengirim artikel atau video tentang handmade ke email MFS, dan nanti akan dimuat di http://magicfingerssyndicate.blogspot.com.
Study In Jogja : Karina Erika

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments

Komunitas



Pantomim adalah salah satu jenis pertunjukan seni teater dengan menggunakan mimik wajah atau gesture. Mendengar kata ini, bagi masyarakat kebanyakan, identik dengan wajah aktor yang dihias putih dan berkostum kaos belang hitam-putih serta sangat lihai memainkan mimik wajah. Pun nama-nama pantomimers seperti Charlie Chaplin dan Jemek Supardi sudah tak asing lagi di telinga masyarakat.
Tidak banyak seniman yang bertahan lama untuk berkarya dalam bidang pantomim. Selain Jemek Supardi, salah satu yang concern dan bertahan dengan pantomim di Kota Gudeg ini adalah Bengkel Mime Theatre (BMT). Tanggal 2 Mei 2004 merupakan awal keberangkatan dari kelompok kesenian ini. Tiga pria ganteng pendiri kelompok ini yang terdiri dari Andy, Ari, dan Asita kala itu memberi nama Bengkel Pantomim Yogyakarta. Lalu resmi menjadi Bengkel Mime Theatre pada tanggal 10 Novermber 2007.
Siang itu, awan hitam terlihat berdesak-desakan di daerah Ngestiharjo, letak sanggar BMT. Sesampai di sana, sanggarnya sedikit mengingatkan saya dengan setting tempat di novel-novel sastra asing klasik: rumah bata lengkap dengan pekarangannya. Suasananya menentramkan. “Andy belum datang. Di utara masih hujan katanya, jadi nunggu reda. Ayo masuk dulu,” ujar mas Ari yang menyambut saya. Tak berapa lama kemudian, Ngestiharjo diguyur hujan. Ketika hujan sudah cukup reda, mas Andy datang.
Kelompok yang pertama kali pentas di LIP tahun 2004 ini baru saja pulang dari Padang Panjang dalam rangka Pekan Apresiasi Teater (PAT). Tahun ini, BMT menyelenggarakan Pesiar Karya untuk ketiga kalinya sebagai sub acara PAT setelah meraih kesuksesan dalam Pesiar Karya tahun 2010. Dengan visi memperkenalkan pantomim ke beberapa daerah, kelompok ini menggelar pentas di beberapa kota. Selain Padang Panjang, mereka menggelar acara ini di Solo, Semarang, Purwokerto, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta. Bulan Desember nanti, mereka akan melakukan pentas di Jakarta. Latihan mereka lakukan dengan membaur bersama komunitas-komunitas lainnya sehingga menguatkan ikatan persaudaraan diantara mereka. Menurut mereka, semua pentas yang telah mereka selenggarakan tidak ada yang tidak berkesan.
 
Untuk mengasah penampilan yang kian epic, dengan total anggota 6 orang, mereka biasa melakukan latihan rutin satu minggu sekali di Sangkring. Awalnya mereka latihan di kos salah satu anggota sebelum memiliki sanggar tetap pada tahun 2007. Konsep yang diangkat kelompok ini berbeda dengan kelompok kesenian pantomim lainnya. “Unsur yang diangkat BMT banyak sekali karena kami mencoba mendekati pantomim lebih dari satu perspektif. Kami mencoba untuk lebih eksploratif dan berbeda,” ujar mas Andy. Hal itu terlihat dari gaya pentas mereka yang khas: jauh dari wajah dihias putih dan kaos belang hitam-putih. Dalam pembuatan naskah, ide dapat berangkat dari puisi atau cerpen. “Kadang nggak naskah dulu. Kadang hasil eksploitasi dulu baru naskah,” tambahnya.
Ditanya tentang awal ketertarikan dengan pantomim, mas Andy menjelaskan bahwa pantomim bukan cita-cita mereka. Namun pantomim sendiri itulah yang merasuk masuk dalam hidup mereka dan memberikan arah untuk ke situ. “Kami punya visi untuk menciptakan nilai estetik pantomim, dengan misi pendidikan alternatif bagi masyarakat melalui penggalian nilai gerak, tradisi, kontemporer, dan imajinasi,” tambahnya. Mereka biasa melakukan anjangsana bertajuk EduMime, yaitu kegiatan bermain dengan pantomim bersama murid-murid SMA di Bantul. Ke depannya, mereka berkeinginan untuk mengenalkan seni pantomim di berbagai sekolah dan kota.
BMT tidak membuka lowongan anggota baru. Namun bagi yang ingin melihat bagaimana mereka latihan atau sekedar ngobrol-ngobrol, bisa berkunjung ke sanggar mereka yang beralamat di Nitiprayan no. 43B RT/RW 01/20, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul 55182. Serta bagi yang ingin tahu alias kepo agenda dan program apa saja yang dibuat oleh teman-teman BMT, bisa berkunjung ke website www.bengkelmimetheatre.com.
Perbincangan kami berakhir beberapa menit setelah adzan Ashar berkumandang. Tak terasa, kopi yang saya minum juga habis. Setelah ngobrol lepas beberapa menit dengan mas Andy dan mas Ari, akhirnya saya pamit. Kehadiran kelompok-kelompok kesenian seperti BMT perlu kita apresiasi agar tetap dapat menelurkan karya lebih banyak lagi. Mari kita junjung tinggi kreativitas!
Kontributor Study in Jogja: Zidnie Ilma.

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments



Hallo mahasiswa dan pelajar jogja, Tim Study In Jogja kali ini menghadirkan komunitas penari “flashmob”. Kalo pernah main ke Taman Budaya Jogja (TBY) dan melihat sekelompok anak-anak yang berjingkrak dan menari dengan diiringi hentakan beat-beat keras seperti music rap, maka tak salah lagi itu adalah komunitas pecinta –sekaligus- penari Shuffle Jogja.  Kalau masih bingung apa itu shuffle dance, mudah kok, bagi kita yang sering nonton TV, shuffle dance ada di salah satu iklan minuman isotonik.
Tari yang awal berkembang di  Melbourne, berasal dari kebiasaan para pelaut kulit-hitam menghilangkan kejenuhan di kapal. Kini shuffle sudah mulai berkembang di Indonesia, terutama Jogja, Solo, Cilacap, dan berbagai daerah. Bahkan nama tari yang sebetulnya kurang familiar di telinga kita memiliki anggota yang lumayan banyak, menurut Gilang, anggota komunitas pecinta tari shuffle sudah menyentuh angka 500an yang di dominasi oleh para pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa.
Berawal dari Raka, Riza, dan Nanda menginisiasi Jogja Shuffle Community di bulan September 2011 dan dilanjutkan dengan gathering besar di November tahun yang sama, Jogja Shuffle Community resmi berganti nama menjadi Jogja Van Shuffle.
“Shuffle itu adalah kebebasan berekspresi. Kita bebas melakukan gerakan-gerakan kaki mengikuti irama serta hentakan beat-beat music yang keras, namun shuffle tetap memiliki basic-basic gerakan yang menjadi ciri utama shuffle seperti running man dan tip-tap” ” ujar Gilang dan Rahmat.
Menari shuffle adalah cara lain menikmati music, Rahmat menuturkan shuffle selain sekedar ekspresi terhadap music yang didengarkan tapi juga sudah seperti olahraga. Menari shuffle 10 menit sama dengan olahraga trademil 30 menit, itu cukup untuk tetap menjaga kesehatan tubuh kita.
Rahmat yang bergabung sejak maret ini berpendapat bahwa, shuffle bisa memberi nilai tambah lain selain olahraga. Bisa jadi ajang “pamer” misalnya, itu bisa dilihat dari kegiatan mereka yang tak hanya berlatih ritun, tapi juga terkadang ikut kompetisi atau mengisi kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh sebuah produk.
Bagi yang ingin menjadi keluarga besar Jogja Van Shuffle mudah kok, teman-teman yang berminat bisa menengok Group Facebook di “Jogja Van Shuffle” dan di twitter @jogjavanshuffle atau bisa datang langsung ke TBY dimana mereka sering latihan. Untuk bergabung ada dua pilihan, bisa bergabung hanya untuk berlatih saja atau menjadi anggota resmi,. Untuk menjadi anggota resmi bisa mengisi formulir dan biaya administrasi 10.000 untu membuat kartu anggota. Teman-teman di Jogja Van Shuffle ini juga aktif mengikuti berbagai acara kompetisi dance shuffle seperti yang diadakan Indosat Jogja dan Solo, Kratingdaeng, Campina, dan sebagainya
Kini Jogja Van Shuffle tengah mempersiapkan diri menyambut hari jadinya di bulan November tahun ini. Harapannya teman-teman di Jogja Van Shuffle bisa mengumpulkan komunitas dan para pecinta shuffle di seluruh Jawa Tengah, bahkan Gilang keinginnannya mengumpulkan seluruh Jawa. Untuk lebih memperkenalkan aliran dance yang belum terlalu familiar bagi masyarakat Jogja. Siapa tau malah bisa mengumpulkan komunitas shuffle di seluruh Indonesia, kita doakan saja.
Narasumber : Gilang dan Rahmat
Kontributor Study In Jogja : Aziz Ngashim

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments

 
Sepeda fixed-gear  selama ini dikenal dengan nama sepeda fixie. Padahal menurut penuturan mas Herbudi Tri Prasetya dari Cyclebandidos, nama ‘fixie’ itu ejekan dari orang-orang karena warna sepeda fixed-gear yang bermacam-macam dan eyechating yang menjadikannya terkesan girly. Apa itu Cyclebandidos? Berikut penuturan dari mas Herbudi Tri Prasetya, salah satu pendirinya.
• Bagaimana awal berdirinya?
Cyclebandidos itu awalnya dari temen-temen komunitas graffiti. Suatu saat ketika nggambar dijalan ditangkepin petugas dan motore dibawa petugas. Nah dari situ temen-temen grafiti berpikir bagaimana agar bisa tetep nggambar tanpa takut motornya diambil petugas. Munculah ide untuk menggunakan sepeda. Lalu broswing sepeda apa yang kira-kira cocok digunakan, ketemulah dengan sepeda fixed-gear, sepeda balap lama yang di recycle ulang. Dan ternyata banyak streert art  diluar negeri yang memakai sepeda fixed-gear ini. Kumpul 1-2 orang trus lama –lama semakin banyak, trus dibikinlah cyclebandidos ini.
 
• Kapan berdirinya?
Sekitar pertengahan bulan Ramadhan tahun 2010. Tepatnya tanggal berapa lupa, yang pasti pada pertengahan puasa itu kami mulai spare-part buat sepeda fixed-gear ini.
• Ada filsofi dibalik nama cyclebandidos?
Kalau filosofi sih enggak ada, ya cuma untuk gagah-gagahan saja.
• Kegiatannya apa saja?
Awalnya dulu Cuma nongkrong-nongkrong saja, trus juga propaganda biar banyak yang memakai sepeda fixed-gear, nggambar dijalan tentang sepeda fixed-gear, dan kalau lagi nongkrong, kita biasanya bikin lomba-lomba yang kita patungan buat membeli hadiahnya. Terakhir kita bikin lomba d JEC.
• Nongkrongnya kapan dan dimana?
Kita ngumpulnya  tiap hari Jum’at malam jam 10. Dulu di Wijilan, trus pindah ke Progo lama. Yang lorong Progo lama itu kan sepi, nah kita bikin lomba, kenalan ama anak baru, ataupun ngbrolin spare-part ya disitu.
• Hambatan di komunitas?
Karena orangnya banyak dan berbeda-beda kegiatannya jadinya kalau mau rapat untuk bikin event susah ngumpulnya. Tapi kalau untuk komunikasi tetep lancar.
• Gimana kalau mau bergabung?
Bisa langsung menghubungi saya (@paws37) atau di twitternya cyclebandidos (@bandidosYK)
 
• Event atau lomba apa saja yang pernah diikuti?
Pernah ikut fix fest di Jakarta, lomba di Surabaya, Bandung dan Salatiga. Tapi kita nggak mendelegasikan anggota buat ikutan, lebih ke personalnya, kalau pengen berangkat ya berangkat.
• Bagaimana pendapatnya tentang jalur sepeda di Jogja?

Jalur sepeda di Jogja sudah bagus, istilahnya diuwongke lah, tapi namanya juga public sphare jadinya kadang ada mobil parkir disitu. Trus juga kalo dibangjo (traffic light-red) ruang tunggu sepedanya malah dipakai sepeda motor. Akan lebih baik  lagi kalau adanya kesadaran masyarakat tentang hal ini.
• Fasilitas apa saja yang perlu disediakan Pemerintah untuk pengguna sepeda?
Yang jelas parkir yang aman. Bener sih sekarang sudah diberi parkir sepeda dibeberapa tempat dan juga pesepeda harus membekali diri dengan gembok sepeda dan sebagainya, tapi kalau bisa ditingkatkan lagi.
• Harapan kedepannya?
Bikin event yang lumayan gede, bisa menyatukan teman-teman sepeda fixed-gear di jogja maupu dari teman-teman sepeda  fixed-gear di luar kota.
Kontributor : Muhhamad Tibyan

Posted on Sunday, May 03, 2015 by Unknown

No comments

2 May 2015

Beaiswa Djarum datang lagi ni, tahun kemaren yang masih gagal mungkin bisa mencoba ditahun ini. Sejak 1984, Djarum Foundation terus konsisten dalam memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Langkah ini diawali kesadaran bahwa pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik. Djarum Foundation turut berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Indonesia melalui program beasiswa prestasi (merit scholarship) Djarum Beasiswa Plus bagi mahasiswa berprestasi tinggi di Indonesia. Yang membedakan Djarum Beasiswa Plus dengan program beasiswa lain adalah, selain mendapatkan dana beasiswa selama satu tahun, Beswan Djarum (sebutan bagi penerima program Djarum Beasiswa Plus) juga mendapatkan berbagai macam pelatihan ketrampilan lunak atau soft skills guna mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin masa depan bangsa. Pelatihan ini meliputi Nation Building, Character Building, Leadership Development, Competition Challenges, serta International Exposure. Tidak hanya berhenti sampai di sini, melalui program Community Empowerment, Beswan Djarum juga diberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai ketrampilan lunak yang telah diperoleh dengan melibatkan diri secara langsung dalam memberikan jalan keluar pada suatu permasalahan sosial di lingkungan tempat mereka berada. Melalui pembudayaan dan pemberdayaan para penerima program Djarum Beasiswa Plus ini, rangkaian pelatihan tersebut dimaksudkan guna menyerasikan antara pencapaian akademik (hard skills) yang diperoleh di perguruan tinggi dengan berbagai ketrampilan lunak (soft skills) yang diperoleh dari program ini. Tujuannya agar Beswan Djarum di kemudian hari menjadi pemimpin masa depan bangsa yang cakap secara intelegensia maupun emosional. Hingga melewati usia tiga dasawarsa, sudah hampir 9.000 mahasiswa berprestasi telah menjadi penerima program Djarum Beasiswa Plus. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan di lebih dari 110 perguruan tinggi unggulan di seluruh 34 provinsi di Indonesia. Sebuah bukti keseriusan Djarum Foundation dalam komitmennya membangun bangsa melalui pendidikan.

  • UMUM :
    1. Sedang menempuh Tingkat Pendidikan Strata 1 (S1 Universitas) / Diploma 4 (D4 Politeknik) pada semester IV dari semua disiplin ilmu.
    2. IPK minimum 3.00 pada semester III.
    3. Dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 hingga akhir semester IV.
    4. Aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar Kampus.
    5. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
    6. Mengisi Form Pendaftaran online di website ini.

  • ADMINISTRASI :
    1. PDF dari form pendaftaran online
    2. Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.
    3. Fotocopy Kartu Mahasiswa.
    4. Transkrip Nilai sampai semester III yang telah dilegalisir.
    5. Surat keterangan aktif organisasi / Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi yang pernah diikuti / Fotocopy Sertifikat Prestasi yang dimiliki.
    6. Surat keterangan dari kampus (Rektorat atau Fakultas )tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

  • PENDAFTARAN : 1 April 2015 - 31 Mei 2015
  • Daftar Perguruan Tinggi Program Djarum Beasiswa Plus
  •  
  • TES SELEKSI : 8 Juni 2015 - 23 Agustus 2015
  •  
  • VERIFIKASI : 24 Agustus 2015 - 30 Agustus 2015
    Memastikan kandidat yang lolos tes seleksi dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 pada akhir semester IV.
  •  
  • PENGUMUMAN : 31 Agustus 2015
    Dapat dilihat di website ini dan juga tersedia di Bagian Kemahasiswaan Kampus.  
  •  
  • MASA AKTIF : 1 September 2015 - 31 Agustus 2016
  •  
https://djarumbeasiswaplus.org/







Posted on Saturday, May 02, 2015 by Unknown

No comments

27 Aug 2014

Hay kawan-kawan ni aku punya berita terbaru ni , tahun ini data print buka kesempatan ke kita untuk mendapatkan hadiah,beasiswa dll. mungkin yangf sekarang yang masih sekolah kuliah bisa ikutan gabung dan daftar di beasiswa data print .
anak sekolah dan mahaisiwa kan masih butuh banyak kebuutuhan mungkin jika untung-untungan kalian dapat rejeki ni lo , jangan lewatkan ya, mungkin yang ingin tau lebih tau penjelasan secara teknis bisa buka web dibawah ini ya:


http://beasiswadataprint.com/

Posted on Wednesday, August 27, 2014 by Unknown

No comments